Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

0

prinsip etika dakwah dan permasalah dakwah

Posted in


A.    Pengertian etika
Istilah etika bersal dari bahasa yunani kuno yaitu “ethos” dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arati seperti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaaan, adat, akhlak, watak, perasaaan sikap, cara berfikir.[1]K. Bertens, membedakan etika menjadi tiga arti yaitu :
1.      Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moreal yang menjadi pengangaan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
2.      Etika adalah kumpulan asas atau nilai moral.
3.      Etika dalah ilmu tentang yang baik dan buruk.
Selain itu etika dapat diartikan sebgaimana dalam beberapa arti berikut ini:
1.      Pandangan benar dan salah menurut rasio.
2.      Moralitas atau suatu tindakan yanjg didasarkan pada ide filsafah.
3.      Kebenaran yang bersifat universal.
4.      Tindakan yang melahirkan konsekuensi logis yang baik bagi kehidupan manusia.
5.      Pandangan tentang nilaiperbuatan baik dan perbuatan buruk yang bersifat relatif dan bergantung pada situasi dan kondisi.
Dari pendapat diatas, bisa diartikan bahwa etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pengangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Dengan demikian kumpulan asas atau nilai moral tersebut diharapkan dapat digunakan untuik mengatur tingkah laku individu atau kelompok agar sesuai dengan tatanan nilai yang di inginkan.

B.     Pengertian etika dakwah, persoalan etika dakwah dan hikmah dalam beretika.
Urgensi etika dakwah, asumsi tersenbut antara lain: pertama islam sebagai yang mulia mutlak harus didakwahkan secara baik dan benar. Kedua, dakwah itu harus sukses, ketiga, dalam berdakwah ada nilai yang harus dipatuhi, keempat, dalam berdakwah harus memperhatikan situasi dan kondisi.
Secara umum etika dakwah menunjukkan pada dua hal yaitu ; Pertama, sebagai disiplin ilmu yang mepelajari nilai-nilai dan pemebenaranya. Kedua, sebgai pokok permasalahan disiplin ilmu itu sendiri yaitu nilai-nilai kehidupan yang sungguhnya dan hukum-hukum tingkah laku.
Selain itu, etika juga dapat membantu manusia bertindak secara bebas dan dapat memeptangung jawabkannya, etika memeberi manusia untuk berorientasi tentang bagaimana ia menjalani hidupnya melaui rangkaian tindakan sehari-hari.
Berkaitan dengan etika dakwah tentunya memiliki peranan yang besar dalam mempersiapkan dalam mempersiapkan kader da’i yang etis dan profesional. Selain itu profesionalisme juga terlihat dari prilaku dan apa yang ada dalam dirinya. Setelah orang memiliki nilai-nilai etis, tentunya akan melahirkan profesionalisme. Jika seseorang dai memiliki sifat ini, yakni etis dan profesionalisme, maka tenbtunya kegiatan dakwahnya akan berjalan secara optimal.
Namum demikian dari relitas dan fakta yang ada, tenyata  memiliki dua konotasi yangtidak sedikit disebabkan oleh etika para dainya. Antara lain banyaknya dai yang menempatkan dirinya pada bidang yang bertolak belakang dengan inti maupun subtansi amar ma’ruf nahi mungkar. Contohnya adalah seoarang da’i yang menjadi juru kampanye dalam partai politik atau iklan komersil yang dengan kemahiran retorikanya, ia mengolah ayat atau hadist untuk menjadikan bahan melegitimasi tindakan-tindakan tertentu yang tidak sejalan dengan etika islam secara umum atau etika dakwah secara khusus.
C.    Beberapa prinsip etika dakwah
Beberapa pronsip yang harus dijadikan acuan etika dalam berdahwah.
a.       Pertama, memahami haikat dakwah dan apa yang diajarkan dengan landasan ilmu yang benar. Hal ini sesuai dengan petunjuk Alqur’an dalam surat yunus ayat 108 yaitu: “ katakanlah:”hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (Al-Qur’an) dari tuhanmu sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatan itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap hidup dirimu”.
b.      Kedua etikadakwah yanbg juga sebgai prinsipnya adalah tidak memaksa kehendak. Hal ini mengigat ketetapan Allah dalam banayak ayat Alqur’an surat yunus ayat 99.  “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya”
c.       Ketiga jangan mempersulit masalah dan mengedepankan kemudahan. Hal ini ditetapkan Allah dalam firmanya di surat Al baqoroh ayat 145. “ Allah mengendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran dirimu”.
Disamping itu ada beberapa prinsip yang harus dijasikan acuan etika dalam berdakwah diatas, maka juga ketika dalam proses berkomunikasi dakwah, seorang pendakwah wajib mempertimbangkan patut tidaknya sebuah pesan yang disampaikan kepada mad’u. Misalnya pesan yang bisa menyinggug perasaan umat beragama, suku, ras, dan golongan tertentu. Dalam Al Qur’an banyak ditemukan tuntunan yang sangat bagus dalam etika berkomunikasi dakwah ini. Beberapa istilah yang ditemui adalah:
a.       Qawlan Ma’rufan
Qaulan ma’rufan berarti perkataan yang baik. Qaulan ma’rufan, berarti pembicaraan yang bermanafaaat, memeberikan pengetahuan, mencerahkann pemikiran, menunjukkan pemecahan masalah atau kesulitan. Kepada orang yang lemah, seseorang bila tidak bisa membantu secara material, maka ia harus memberikan bantun secara psikologis.  Allah SWT. Berfirman Qawlan ma’rufan dan pemberian maaaf lebih baik dari pada sedekah yang di ikuti dengan perkataan yang menyakitkan. Sebagaimana firman-Nya berikut ini.

قَوْلُُ مَّعْرُوفُُ وَ مَغْفِرَةٌ خَيْرُُ مِّنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآأَذًى وَاللهُ غَنِيٌّ حَلِيمُُ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." (Al-Baqarah: 263).
Berkomunikasi yang baik sebagaimana digambaran ayat di atas adalah bagimana seseorang melakukan penolakan secara halus. Sementara maksud pemberian maaf di sini adalah bagimana seseorang bisa memanfaatkan tingkah laku yang berkurang sopan dari si peminta. Artinya, ajaran islam mementingkan perasaan orang lain supaya jangan tersinggung oleh ungkapan yang tidakn  ma’ruf. Etika tersebut tentu akan lebih penting lagi, jika dilihat dari sudut komunikasi publik yang jumlah mad’u-Nya.bersifat massal. Jika seseorang tidak mampu berkomunikasi (lisan maupun tulisan) secara baik dan pantas dengan publik, maka sebetulnya ia dinilai sebagai orang yang tidak mempunyai etika komunikasi dakwah.
b.      Qawlan Kariman
Ungkapan qawlan kariman dalam al-quran tersebut dalam surat Al-Isra’ ayat 23 berikut ini :
“dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”

Dalam ayat di atas dijelaskan tuntunan komunikasi dalam islam pada manusia yang posisinya lebih rendah kepada orang lain yang posisinya lebih tinggi, apalagi orang tua sendiri yang sangat besar jasanya dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. “qawlan kariman, menyiratkan satu prinsip utama dalam komunikasi dakwah: penghormatan. Komunikasi dalam dakwah, harus memperlakukan oranglain dengan penuh rasa hormat.

c.       Qawlan maysuran
Dalam al-quran ditemukan istilah qawlan masyuran yang merupakan tuntutan komunikasi dengan mempergunakan bahasa yang mudah di mengerti dan melegakan perasaan. Allah swt telah berfirman berikut ini :

“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yuang pantas.

Jika dilihat akar kata maysuran, yakni yasara, maka secara etimologis pengertiaanya adalah “mudah”. Al-maraghiy dalam tafsirnya memberikan pengertian dengan “muda lagi lemah lembut”. Sedangkan Menurut Jaladuddin Rahmat qawlan maysuran sebenarnya lebih tepat diartikan “ucapan yang menyenangkan”, lawannya adalah “ucapan yang menyulitkan”. Maysur berasal dari kata yusr, yang berarti gampang, mudah, ringan,. Bila qawlan maysuran berisi hal-hal yang menggembirakan. Para ahli komunikasi menyebutkan dua dimensi komunikasi. Ketika seseorang berkomunikasi sesesorang bukan hanya menyampaikan isi (conten), tetapi juga mendefinisikan hubungan sosial (relations) diantara para pelaku komunikasi (pendakwah dan mad’u). Demikianlah bentuk komunikasi yang hangat di dalam Islam, sehingga penolakan permintaan tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, suatu komunikasi yang sangat indah memelihara keharmonisan dalam tata pergaulan umat. Meskipun komunikasi diatas lebih berkonotasi dalam suasana tatap muka, namun kehangatan komunikasi serta ungkapan lemah lembut, mudah dimengerti juga berlaku juga pada dimensi yang lain.



d.      Qawlan balighan
Qawlan balighan merupakan ungkapan yang memiliki arti perkataan yang mengena. Allah swt berfirman :

“ mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

 Yang dimaksudkan adalah orang munafik ketika diajak mematuhi hukum-hukum Allah, mereka menghalangin orang lain untuk patuh. Orang-orang seperti inilah yang perlu dihindari, diberi pelajaran, diberi penjelasan dengan cara ungkapan yang mengesankan. Karena qawlan balighan diperlukan untuk menghadapi orang-orang islam yang bersifat munafik, karena orang munafik lebih berbahaya dibandingkan dengan orang non islam.

e.       Qawlan layyinan
Qawlan layyinan secara harafiah berarti komunikasi yang lemah lembut. Sebagaiman firman Allah berikut ini :

“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Contohnya seperti Allah memerintahkan agar Nabi Musa dan Nabi Harun agar berdialog dengan Fir’aun secara lemah lembut. Inilah komunikasi yang efektif diajarkan oleh islam. Karena berkomunikasi harus dilakukan dengan lemah lembut tanpa emosi apalagi mencaci maki terhadap orang yang ingin dibawa ke jalan yang benar. Dengan cara seperti ini bisa lebih cepat dipahami dan diyakini oleh lawan dialog.
f.       Qawlan sadidan
Istilah dari qawlan sadidan disebut dua kali dalam al-Qur’an. Pertama, dalam surat An-nisa’ ayat 9 :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Kedua, dalam surat Al-ahzab ayat 70-71 berikut ini :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagi dosa-dosa mu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasulnya, maka seseungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Prinsip berkata benar merupakan prasarat untuk mensejahterahkan generasi mendatang. Hal ini berarti kemampuan berkata benar menjadi prasarat untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Maksudnya tanpa kemampuan komunikasi yang benar, maka akan sulit menghasilkan karya yang berkualitas. Dan sifat takwa dan prinsip perkataan akan mengantar orang kepada pengampunan dosa-dosanya dan kesuksesan yang besar.




FENOMENA ETIKA DAKWAH
Menggugat Kesaksian Ustadz  “Ida Bagus” Abdul Aziz
(Oleh: I. K. Sugiartha)
Apakah sama  agama dan  tradisi?  Secara umum dapat dijelaskan, bahwa Agama  adalah pengikat jiwa yang menuntun jalan mencapai Tuhan. Sementara tradisi adalah kebiasaan-kebiasaan di dalam melaksanakan ajaran agama.   Namun  seorang Ustadz Abdul Aziz,   yang mengaku mantan Hindu,  mengidentikan tradisi  dengan agama Hindu.  Padahal  Pak Ustadz ini,  katanya, sudah  menyandang gelar  sarjana agama (SAg) Hindu dan sudah belajar Hindu selama 25 tahun, serta  menguasai Yoga Samadi. Bukan main. Tetapi, kenapa dia meninggalkan Hindu. Benarkah Mantram Tryambakam kalah dengan  suara Takbir?
Kesaksian Menjadi Muslim
Inilah rangkuman kesaksian Ustadz Abdul Aziz yang disampaikan di dalam sebuah pengajian  yang bertajuk  ‘’Kesaksian Hidayah Mantan Pemeluk Hindu’’ di Surakarta, Jawa Tengah,  pada Rabu, 21 Juli 2010, rekamannya beredar di tengah-tengah masyarakat,  penulis sampaikan dengan gaya bertutur seperti berikut ini.
Sebelum saya masuk Islam, agama saya adalah Hindu.  Pendidikan saya Sarjana Agama  Hindu.  Saya mempelajari Hindu sudah dua puluh lima tahun.  Orang mungkin tidak akan percaya kalau saya bisa  sampai masuk Islam. Saya berkasta brahmana. Nama depan saya  ‘’Ida Bagus’’ (dia tidak menyebutkan nama Hindunya).  Saya menguasai yoga samadi.
Saya melakukan praktek yoga samadi di Pura Mandara Giri Lumajang bersama beberapa orang teman saya.  Pada suatu hari saya disarankan untuk membaca Mantram Tryambakam. Saya pun terus aktif  membaca Mantram Tryambakam, pagi, sore dan malam. Pada hari ketiga yang melakukan yoga samadi, saya diuji Tuhan, ribuan nyamuk datang dan mengerubuti saya. Saya kemudian bacakan Mantram Tryambakam, nyamuk itu hilang. Pada hari kelima saya melakukan yoga semadi,  saya lagi diuji Tuhan,  aroma bau busuk menebar dari tubuh saya. Saya kemudian membacakan Tryambakam, bau busuk di tubuh saya  pun hilang.
Pada hari ketujuh saya melakukan yoga samadi,  tiba-tiba hati saya berdebar-debar. Saya terus membaca Tryambakam, tetapi guncangan hati saya tidak berhenti. Dalam situasi  berdebar-debar,  tiba-tiba saya mendengar suara takbir ‘’Allahuakbar … Allahuakbar’’. Padahal malam itu bukan malam idul fitri, lantas dari mana suara takbir itu datang. Saya coba lawan dengan Mantram Triyambakam, namun  suara takbir itu tidak hilang, malah suaranya semakin jelas dan kuat. Dari situ saya kemudian berpikir  bahwa ini adalah hidayah bagi saya. Saya kemudian masuk Islam pada tahun 1995,  dan  naik haji pada tahun 1996. Sepulang saya dari haji,  kedua orang tua saya dan lima saudara saya  semua ikut dengan saya masuk agama islam.

Panca Yajna:  Upacara Selamatan?
Tidak ada maksud sedikitpun dari penulis  untuk  mencampuri urusan privacy seorang Ustazd Abdul Aziz, lebih-lebih mengenai pilihan jalan (agama) penuntun hidupnya.  Cuma saja, yang mengundang  perhatian saya, karena   di dalam ceramahnya yang  berdurasi sekitar  satu setengah jam (dua CD) tersebut, Pak Ustadz  telah menjadikan ajaran ‘’Agama’’ Hindu sebagai bahan  banyolan, di antaranya seperti kalimat-kalimat yang dicetak miring berikut ini:
 Pertama. Panca Yajna adalah  lima  upacara selamatan di dalam agama Hindu, masing-masing:
  1. 1.      Dewa yajna yakni selamatan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
  2. 2.      Rsi yajnya adalah selamatan kepada  orang-orang yang dianggap suci.
  3. 3.      Pitra yajna adalah selamatan kepada roh leluhur.
  4. 4.      Manusa yajna adalah selamatan kepada  manusia.
  5. 5.      Butha yajna adalah selamatan kepada  mahluk bawahan.
Melakukan selamatan ini adalah wajib hukumnya di dalam Agama  Hindu. Contoh  selamatan pada hari kematian, acaranya berlangsung pada hari pertama, ke-3, ke-7, ke-40,  ke-100 dan  nyewu (hari ke-1000).   ‘’Kalau tidak  punya uang untuk melaksanakan selamatan, wajib utang kepada tetangga. (jamaah tertawa).
            Sebab  bila keluarga yang meninggal tidak diselamatin, rohnya akan gentayangan,  menjelma menjadi hewan,  binatang, bersemayam di keris dan jimat, dll. Makanya pohon-pohon diberi sarung, dan pada setiap hari Sukra Umanis jimat dan keris diberi minum kopi. ‘’Sedangkan yang melaksanakan selamatan, dapat tiket langsung masuk surga.’’  Di dalam Islam tidak ada selamatan-selamatan, tetapi yang ada adalah sedekoh. Sedekoh punya kelebihan dari selamatan yakni memberikan sedekoh ketika kita punya kelebihan yang biasanya dilakukan pada menjelang bulan puasa. Jadi bukan hasil utang.
Istilah selamatan  tidak ada di dalam Hindu, apalagi selamatan atas kematian. Adapun rangkaian upacara kematian di dalam Hindu seperti  nelun, ngaben, ngeroras (memukur) dll. pada intinya  merupakan penyucian sang jiwa dari unsur badan fisik, mendoakan agar perjalanan sang jiwa tidak mendapatkan halangan,  memperoleh ketenangan dan kedamaian di alam pitra. (Kitab Asvalayana Griha Sutra).  Masalah dia (sang jiwa) mendapat tiket ke sorga atau akan masuk neraka, tergantung dari  bekal  karmanya. Yang jelas sangat tidak ditentukan oleh acara selamatan.
Apalagi kalau dikatakan bahwa  roh yang tidak diselamatin  akan gentayangan, menjelma jadi hewan atau pohon,  itu  ada di cerita film kartun. Proses reinkarnasi berlangsung puluhan bahkan mungkin sampai ratusan  tahun. Sementara pohon-pohon di berikan busana (sarung: menurut Ustazd Abdul Aziz),  adalah  sebagai  tanda bahwa pohon-pohon  tersebut dilestarikan dan tidak boleh ditebang sembarangan. Ini wujud bahwa Hindu cinta lingkungan.
Kedua.  Di dalam agama Hindu, dalam memberangkatkan mayat ada tradisi trobosan yakni berjalan menerobos di bawah keranda mayat, sebagai wujud bhakti kepada orang tua yang meninggal. Dan ketika mayat ditandu ke kuburan, di sepanjang jalan dipayungi. Apakah mayatnya kepanasan? Belum pernah mati kok tahu mayat kepanasan. Di Islam acara-acara semacam itu tidak ada dasar hukumnya baik di hayat maupun hadist.
Ketiga.  Apakah Tuhan Hindu minta makan? Lihat ini, Dewa makan bubur hangat. Dewa  Brahma masih  doyan pisang rebus  (Ustadz menunjukkan  gambar Brahma disertai sesajen termasuk tumpeng). Tumpeng bagi Hindudianggap simbol Tri Murti. Barang siapa yang bisa membikin tumpeng, berarti dia sudah masuk Hindu.
Bisa membuat tumpeng berarti masuk Hindu? Ini bombastis. Untuk menjadi Hindu ada proses ritualnya, di antaranya upacara sudi widana dan mengucapkan Panca Sradha.  Banyak orang muslim, kristen dan Budha yang pandai  membuat tumpeng, apakah itu berarti mereka masuk Hindu? 
Para Wali Menjiplak Weda?
            Menanggapi  pertanyaan seorang jamaah mengenai film  seri kartun ‘’Little Krsna’’ di  TV, Ustadz Abdul Aziz  mengatakan, ‘’Hati-hati, awasi anak-anak kita, itu cara-cara orang di luar muslim untuk melakukan cuci otak terhadap anak-anak kita (muslim).’’   Sedangkan setahu saya,  cuci otak itu adalah cara teroris untuk merekrut anggota. Teroris itu siapa?  Tidak pernah ada di dalam Hindu gerakan cuci otak untuk merekrut orang (agama) lain. Yang ada malah sebaliknya, orang di luar Hindu yang sibuk melakukan gerakan konversi untuk  memperoleh tabungan pahala.
Benarkah para wali dulu mengubah (menjiplak) doa-doa Hindu ke dalam bahasa Alquran?’’  Atas pertanyaan seorang jamaah lainnya ini, Ustadz Abdul Aziz tidak  kuasa menjawab. ‘’Saya tidak berani  menjawab pertanyan ini, karena saya tidak punya referensi sebagai dasar,’’ tangkisnya. Apa  makna di balik kata tidak berani tersebut? Apa benar dia tidak punya referensi?
Seorang ustadz yang  mengaku telah belajar weda selama 25 tahun,  tetapi referensi yang disampaikan  kok malah muter-muter  soal tradisi melulu; acara selamatan, terobosan,  memayungi mayat, pohon pakai sarung, keris dan jimat minum kopi, membuat tumpeng.
Padahal harus disadari, yang namanya tradisi tentulah berbeda sesuai dengan desa,  kala, patra (tempat, waktu dan keadaan), baik di dalam satu agama apalagi beda agama. Semua agama punya tradisi, termasuk di kalangan umat Islam.  Tetapi sepanjang hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa bhakti,  rasa hormat dan doa,  kenapa tidak diapresiasi. Tidak ada dasar hukumnya (bida’ah)?  Sekarang zaman komputerisasi, di mana-mana orang pakai laptop,  HP, pesawat terbang, sepeda motor, apakah juga bida’ah menurut Islam?
Selama berceramah, tidak ada sepotong filsafatpun yang terlontar dari mulut sang ustadz.  Sementara  esensi dari ajaran Hindu  ada pada filsafat. Di situ logika dimainkan, bukan sekedar keyakinan semu dengan menelan  mentah ayat-ayat.
Mantram Tryambakam adalah syair yang sakral dan memiliki kekuatan (energi)  gaib. Kalau sekedar ngusir nyamuk dan menghilangkan bau busuk, ngapain harus melakukan yoga samadi sampai tujuh hari tujuh malam, cukup dengan autan saja. Sedangkan di dalam melakukan yoga samadi,  pada  tahap tertentu, berbagai bentuk godaan bisa saja  muncul.   Namun hal itu bukanlah petunjuk Tuhan (hidayah),  malah  bila kita tidak kuat bisa terjerumus.[2]


[1] Lihat K. Bertens. Etika (jakarta: Gramedia, 2007) h. 4.
[2] http://www.sarkub.com/2011/kebohongan-abd-aziz-ustad-wahabi-dibongkar-oleh-pemeluk-hindu/

Sabtu, 05 April 2014

0

metode dakwah

Posted in
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
PADA tulisan inisial, HANYA Akan disampaikan tentang mauidzah hasanahi Dalam, bentuk nasihat, tabsyir Dan tandzir (kabar Gembira Dan peringatan). Disability Suami Ulasan Sangat Penting dilakukan, terutama kepada 'masyarakat Yang mempunyai Latar Belakang Pendidikan Yang rendah Dan pemahamanyakeagaamnya kurang sehingga adanya Motivasi Dan Harapan Beragama melaui nasihat Dan tabsyir disatu Sisi, sehingga diharapkan bentuk nasihat Dan tabsyir nihil mamapu mendorong Dalam, meningkatkan keimanan Dan beribadah. Dan disatu Sisi Yang berbaring Perlu adanya peringatan agar Umat regular tidak Siaran dan hiburan untuk berbuat kemaksiaatan, mereka harus diberikan peringatan (tandzir) Dan ancaman.
B.     Rumusan Masalah
Latar Belang Diatas nihil, membentuk   rumusan masalah seperti berikut inisial:
a.       Pengertian nasihat?
b.      Kreterian Dan untuk siapa nasehat ITU?
c.       Nasehat Dalam, berbagai perspeketif?
d.      Tabsyir Pengertian Dan tandzir?
e.       Bentuk-bentuk tabsyir Dan tandzir?
C.     Tujuan Masalah
Diatas masalah Rumusuan, Akan membentuk tujuan masalah seperti berikut inisial:
a.       Mengerti APA ITU   nasihat
b.      Memahami APA ITU Kreterian Dan untuk siapa nasehat ITU
c.       Dapat memahami Nasehat Dalam, berbagai perspeketif
d.      Memahami Pengertian tabsyir Dan tandzir
e.       Memahami Bentuk-bentuk tabsyir Dan tandzir?






BAB II
PEMBAHASAN
1.      NASIHAT
A.      Pengertian Nasihat
Kata nasihat berasal Bahasa Dari bahasa arab, Dari kata diakui pada saat terhutang "Nashaha" ( نصح) Yang berarti khalasha ( خلص) Yaitu Murni Dan bersih Net Bahasa Dari Segala Kotoran, juga berarti "khata" ( خاط)   yaitu menjahit. Sebagian Ahli Ilmu berkata nasihat adalah perintah hati terhadap siapa pun dinasihati Yang dia. Nasihat adalah salat Satu Cara Bahasa Dari al-mau'izah al-hasanah Yang bertujuan mengingatkan bahwa Segala Perbuatan Pasti ADA sangsi Dan akibat.
Secara terminologi nasihat adalah memerintah atau melarang atau menganjurkan Yang dibarengi Artikel Baru Motivasi Dan acaman. Pengertian nasihat Dalam, kamus bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah memberi petunjuk kepada jalan Yang BENAR. Juga berarti mengatakan sesuatu Yang BENAR Artikel Baru Cara melunakkan hati. Nasihat harus berkesan Dalam, jiwanya atau mengikat jiwanya Artikel Baru keimanan Dan petunjuk. Allah berfirman:
ولو أنهم فعلوا ما يوعظون به لكان خيرا لهم وأشد تثبيتا......
"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan Pelajaran Yang diberikan kepada mereka, tentulah Hal Yang demikian ITU lebih BAIK * Bagi mereka Dan lebih menguatkan (iman mereka). (QS an-Nisa ': 66)
B.     Kriteria seorang penasihat
Ibnu Taimiyah menyebutkan beberapa sifat yangharus dimiliki seorang da'i Diposkan oleh Yang mengajak kepada ma'ruf Perbuatan Dan melarang orangutan berbaring berbuat mungkar haruslah memiliki Ilmu tentang Hal ma'ruf Dan Yang mungkar Dan dapat membedakan keduanya ANTARA Dan harus memiliki Ilmu tentang keadaan orangutan Yang diperintahkan Dan Yang Dilarang. Dan Yang dimaksud derngan Ilmu ITU adalah APA-APA Yang dibawa Rasulullah Bahasa Dari APA-APA Yang kepadanya diutuskan. Jadi, berdakwah Tanpa didasari Ilmu menyalahi prektek nabi SAW, sebagaimana firman Allah.:
قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله وما أنا من المشركين
Katakanlah: "alt Inilah jalan (Agama) ku,: aku Dan orangutan orangutan Yang mengikutiku mengajak (KAMU) kepada Allah hujjah Artikel Baru Yang Nyata, Maha Suci Allah, Dan: aku Tiada termasuk orangutan orangutan Yang musyrik". (QS. Yusuf: 108)
C.     Untuk siapakah nasihat ITU?
Memberi nasihat merupakan salat Satu Cara seseorang Dalam, menuntun orangutan berbaring Menuju jalan Yang BAIK. Dan termasuk nasihat kepada Allah adalah   Taat kepada rasul-Nya Dalam, Hal Yang beliau wajibkan kepada manusia berdasarkan perintah rabbya, Artikel Baru regular tidak membenci Dan ridha terhadap orangutan Yang berbuat maksiat Dan Cinta kepada ketaatandan orangutan orangutan Yang Taat kepada Allah.
Adapun nasihat kepada kitab-Nya adalah Artikel Baru menyakini bahwasanya Al-qur'an kalamuallah ITU, Wajib mengimani-Nya, mengamalkan, memulyakan Dan membacanya Artikel Baru sebaik-baiknya.
Nasihat kepada rasul-Nya adalah Artikel Baru menyakini bahwa beliau seutama-Utama makhluk Dan Kekasih Allah. Sedangkan nasihat kepada pera pemimpin kaum muslimin yaitu kepada Penguasa mereka, mendengarkan Dan Taat kepada mereka Dalam, Hal Yang Bukan maksiat kepada Allah dikarenakan regular tidak ADA ketaatan kepada makhluk Dalam, Hal maksiat, seperti Yang Diposkan oleh disabdakan Rasulullah SAW: " regular tidak ADA ketaatan kepada seseorang Dalam, Hal maksiat kepada Allah SWT " .
Sedangkan nasihat kepada kaum muslimin PADA umumnya yakni menolong mereka Dalam, Hal kebaikan, melarang mereka berbuat keburukan Dan menganjurkan mereka berbuat kebaikan, membimbing mereka kepada petunjuk Yang BENAR Dan mencegah mereka Artikel Baru sekuat Tenaga Bahasa Dari kesesatan.
D.    Dalam, Hasihat Perspektif Al-Qur'an
perintah saling menasihati inisial dapat dilihat Dalam, Surat Al-Ashr ayat 1-3
   والعصرإنالإنسان لفي kehilangan   إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر
"Demi masa, sesungguhnya manusia ITU BENAR-BENAR Dalam, keadaan merugi (celaka), kecuali orangutan orangutan Yang beriman, beramal shalih, saling menasehati Dalam, kebenaran, Dan saling menasehati Dalam, kesabaran." (Al 'Ashr: 1-3)
kata tawashauw ( توا صوا) Terambil Bahasa Dari kata (, وصية وصى (Yang secara Umum diartikan menyuruh secara BAIK. Beberapa Pakar bahasa lebih Jauh mengatakan bahwa kata Suami berasal Dari ( ارض وصية), Yang berarti Tanah Yang dipenuhi Tumbuhan. Kata   mereka lebih Jauh menasihati adalah tampil kepada orangutan berbaring Artikel Baru kata-kata agar Halus bersangkutan bersedia melakukan sesuatu pekerjaan Yang diharapkan dirinya secara bekesinambungan.
Dalam, ayat Suami ADA doa Hal Yang diminta untuk diwasiatakann yaitu ( الحق) Dan ( الصير).
Al-haq Bahasa Dari Segi bahasa berarti sesuatu Yang mantap regular tidak berubah APA pun Yang terjadi. Allah adalah Al-haq KARENA regular tidak mengalami perubahan. Value per share-value per share Agama juga adalah Al haq. Seperti nabi mengatakan: . Agama ITU adalah nasihat Kata al-haq Dalam, ayat Suami Artikel Baru arti yakni bahwa manusia hendaknya saling mengingatkan tentang keberadaan, kekuasaan, kemesan Allah   Serta sifat-sifat berbaring-Nya. Hal-Hal Yang Dalam, diwasiatkan Al-Qur'an adalah berbaring ANTARA:
a.       Pelaksanaan Agama, Bersatu padu, regular tidak bercerai berai.
b.      Bertakwa kepada-Nya. (QS. An-Nisa ': 13)
c.       Berbuat BAIK kepada orangutan Tua, khususnya kepada Mengajukan. (QS Luqman: 14)
d.      Beberapa perincian ajaran Agama seperti: PEMBAGIAN Harta warisan (QS. An-Nisa ': 11), shalat Dan zakat.
e.       Sepeuluh Hal Yang dianjurkan Dalam, surat al-An'am ayat 151-153 yaitu: 1. JANGAN mempersekutukan-Nya. 2. Berbuat BAIK kepada Mengajukan-bapak. 3. JANGAN membunuh Anak. 4. JANGAN mendekati zina. 5. JANGAN membunuh kecuali Artikel Baru Cara Yang Sah Dan dibenarkan, 6. JANGAN menyalah-gunakan Harta Anak yatim, 7-8. Timbangan Menyempurnakan Dan takaran, 9. Percakapan atau SIKAP hendaklah secara BENAR Dan adil, 10. Memenuhi JGI Yang dikuatkan Atas Nama Allah.
E.     Nasihat Dalam, Perspektif as-sunnah
Rasullulah sebgai seorang pengajar, Pendidik Dan pendakwah PERTAMA Umat Suami, adalh Pendidik Yang Ulasan Sangat memperhatikan Sisi perbedaan BAIK secara cooperative maupun preaktek.
Dalil-dalil Dan Parts Bukti bahwa Rasullulah telah melakukan inisial dalah sebagai berikut:
a.       Perbedaan nasihatnya terhadap beberapa orangutan Yang berbeda Latar Belakang.
b.      Perbedaan jawaban Dan fatwanya PADA pertanyaan Yang di ajukan Diposkan oleh beberapa orangutan Yang berbeda.
c.       SIKAP Perbedaan Dan prilakunya terhadap beberapa orangutan Yang berinteraksi Artikel Baru mereka.
d.      Perintah Perbedaan Dan pembebanan terhadap orangutan Yang berbeda Serta Artikel Baru Dan kemampuan kapasitas Yang berbeda.
e.       Penerimaanya terhadap sebagian SIKAP atau perilaku seseorang Yang regular tidak besarbesaran terima bahasa Dari orangutan Yang bebeda.
v  Contoh hadist nasihat Rasulullah berkaitan Artikel Baru pergaulan:
Rasulullah bersabda: " Kalian hendaklah berlaku Lemah lembut, kerena kelembutan ITU adalah BAIK keseluruhannya. Tiada kelembutan ITU berada Dalam, sesuatu, kecuali menambah keelokan Dan Keindahan padanya, Dan Tiada dicabut kelembutan ITU kecuali menjadikan sesuatu ITU lebih jelek Dan semakin buruk. "
v  Contoh hadist Rasulullah nasihat tentang pentingnya menuntut Ilmu:
"Consumer siapa Yang Tiba waktu ajalnya, Tanggal Gabung AGLOCO Dalam, suasana menuntut Ilmu, Maka AGLOCO Akan menjumpai Robbnya dimana Tiada Perantara baginya Artikel Baru para nabi atau derajat kenabian. Apabila Maut Datang kepada seseorang Yang menuntut Ilmu Dan dikala ITU dia meninggal, Maka dia tergolong kepada orangutan Yang mati syahid dijalan Allah ".
F.      Disability Dalam, memberikan nasihat
Syekh Muhammad Abduh, mengatakan bahwa Umat Yang dihadapi seorang pendakwah secara gari Besar membagi 3 golongan Yang masing-masing golongan harus dihadapi Artikel Baru Cara Yang pula berbeda-Beda:
a.       Ada golongan cerdik cendikiawan Yang Cinta kebenaran Dan dapat berfikir secara Kritis, CEPAT dapat menagkap arti persoalan. Mereka harus dipanggali atau Seruan diberi nasihat Artikel Baru hikmah, yaitu Artikel Baru alasan-alasan, dalil-dalil Artikel Baru Dan hujjah Yang dapat diterima Diposkan oleh kekuatan Doa mereka.
b.      Ada golongan Awam, yaitu kebanyakan Yang belum dapat berfikir secara Kritis Dan Mendalam, belum dapat menagkap pengertian Yang tingi-tingi, mereka inisial diseru atau diberi nasihat Artikel Baru Cara: "mauidzatun hasanah" Artikel Baru anjuran Dan didikan Yang BAIK Artikel Baru jaran-ajaran Yang Siaran dan hiburan dipahami .
c.       Ada golongan Yang tingkat kecerdasannya diantara doa golongan nihil, belum dapat dicapai Artikel Baru Hikmah Akan tetapi regular tidak Sesuai Bila dinasihati seperti golongan orangutan Awam, mereka Suka Membahas sesuatu, tetapi regular tidak HANYA Dalam, Batas Yang tertentu, regular tidak Sanggup Mendalam BENAR. Mereka inisial diseru atau dinasihati Artikel Baru cara "Mujadalah billati hiya ahsan" yakni Artikel Baru Cara bertukar Fikiran, guna mendorong supaya berfikir secara Sehat Satu Dan TOTAL denagn Cara Yang lebih BAIK.
Bahasa Dari menggunakan metoda atau mobil memberikan nasihat Yang kitd gunakan seperti Diatas, Maka tentunnya kitd harapkan orangutan Yang mendengarkan nasihat kitd berbuat amal Shaleh Yang bermanfaat Dan terkadang pula Dalam, memberikan nasihat Artikel Baru Motivasi Dan ancaman.
2.      TABSYIR WA TANDZIR
A.    Mau'idzah Hasanah Dalam, Bentuk Tabsyir
a.       Pengertian Tabsyir
Tabsyir  secara bahasa Bahasa Dari kata basyara Yang mempunyai arti memperhatikan, merasa Senang. MENURUT Quraish Shihab basyara berarti penampakan sesuatu Artikel Baru BAIK Dan Indah.
Adapun tabsyir  Dalam, istilah dakwah adalah penyampaian dakwah Yang berisi kabar-kabar Yang menghembirakan * Bagi orangutan orangutan Yang mengikuti. Secara terminologi  tabsyir Dalam, Konteks dakwah adalah INFORMASI, berita Yang BAIK Dan Indah sehingga Bisa cara membuat orangutan bergembira untuk menguatkan keimanan sekaligus sebagai sebuah Harapan Dan Motivasi Dalam, beribadah Serta beramal shahih.
b.      Tujuan Tabsyir (Kabar baik)
Kegitan dakwah sesungguhnya mempunyai orientasi Yang jelas yaitu mengajak, mengarahkan orangutan untuk mengikuti jalan Yang BENAR, BAIK Dalam, Kehidupan Dunia maupun akhirat. Adapun tujuan-tujuan tabsyir LAIN ANTARA:
a)      Menguatkan atau memperkokoh keimanan
b)      Memberikan Harapan
c)      Menumbuhkan Semangat untuk beramal
d)     Menghilangkan sifat keragu-raguan
Tujuan-tujuan Diatas diharapkan menjadi sebuah Motivasi di Dalam, melaksanankan ajaran-ajaran Agama. Adapun Motivasi nihil Diposkan oleh Kata bin Ali al-Qahtani dibagi menjadi doa:
PERTAMA, pemberian Motivasi Artikel Baru Janji, kedua pemberian Motivasi Artikel Baru menyebutkan bermacam-macam ketaatan.
Pemberian Motivasi Artikel Baru Janji
 Bagian tidak inisial mempunyai Gambaran Yang beraneka ragam, ANTARA berbaring:
a)      Motivasi Memberikan Artikel Baru Janji Dunia
* Semua Janji tentang keberubtungan di Dunia dapat kitd Ringkas sebagai berikut:
v  Janji berupa Kehidupan Yang Baik, yakni selamat Bahasa Dari Segala Yang dibenci Allah. Dalam, firman-Nya Allah menjanjikan kebaikan kepada orangutan-orangutan Yang beramal Shaleh Yang disertai Artikel Baru ikhlas:
من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون
" Barangsiapa mengerjakan amal saleh Yang, BAIK laki-laki maupun Perempuan Dalam, keadaan beriman, Maka sesungguhnya Akan Kami berikan kepadanya Kehidupan Yang BAIK Dan sesungguhnya Kami Akan beri balasan kepada mereka pahala Artikel Baru Yang lebih BAIK Bahasa Dari Apa Yang telah mereka kerjakan. "(QS. Al-Nahl: 97)
v  Janji berupa Segala penmbahan kebaikan Yang di sertai Artikel Baru rasa Syukur (QS. Nuh: 10-12, QS Ibrahim: 7.)

وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema `lumkan:" Sesungguhnya jika KAMU bersyukur, Pasti Kami Akan menambah (ni `mat) kepadamu, Dan jika KAMU mengingkari (ni` mat-Ku ), Maka sesungguhnya Azab-Ku Ulasan Sangat pedih ".
(QS. Ibrahim: 07)
b)       Meyebutkan Motivasi Artikel Baru menyebutkan bermacam-macam ketaatan
Motivasi Suami dimaksudkan untuk mengajak manusia agar berlomba-lomba berbuat bermacam-macam ketaatan. Seorang da'i harus memperhatikan Hal inisial, yaitu senantiasa mendorong agar orangutan orangutan mau mengerjakan shalat, zakat, haji, sodaqah, jihat slaturrahim Dan berbaring sebagainya. Didalam Al-Qur'an surat al-Dzariyat ayat 56 disebut kan: artinya " NUSANTARA: aku (Allah) ciptkan Jin Dan manusia melainkan supaya beribadah kepada-Ku ". (QS. Al-Dzariyat: 56)
Kata beribadah Diposkan oleh para Ahli tafsir ANTARA berbaring mempunyai arti Taat atau loyalitasdengan demikian Taat kepada allah adalah sebagai kebutuhan manusia Yang harus dilakukan terkait masih berlangsung SAAT.
B.     Bentuk-Bentuk Tandzir
Kata tandzir atau indzar  secara bahasa berasal bahasa Dari kata na-DZA-ra, MENURUT Ahmad bin Faris adalah suatu kata Yang menunjukkan untuk penakutan ( takhwif ). Adapun tandzir MENURUT istilah dakwah adalaha penyampaikan dakwaah dimana isinya berupa peringatan terhadap manusia tentang adanya Kehidupan akhirat Artikel Baru Segala konsekuiensinya.
Hasjmy Dalam, Buku Dastur dakwah MENURUT al-Qur'an. Mengutip pendpat Muhammad al-Ghazali bahwa rumusan bentuk-bentuk tandzir sebagai berikut:
a.        Penyebutan Nama Allah
Konsep inisial diberikan kepada orangutan Yang ketagihan kesenagan terlarang, KARENA besarbesaran sudah menganggap kemaksiatan ITU kesenangan Yang sifatnya Sekedar menuruti hawa nafsunya. SEMENTARA orangutan nihil PADA dasarnya Masih mempunyai ditempatkan dan keimanan, Diposkan oleh karenanya Dalam, Hal inisial kadang Bisa ditakuti orangutan nihil Artikel Baru penyebutkan Nama Allah Yang Maha Kuasa, demikian pula terhadap orangutan orangutan menganggap Enteng kebenaran Dan terpengaruh Artikel Baru kekuatan dirinya dapat menakutkan Artikel Baru memerintahkan kemaha kuasaan Allah Dan kemaha perkasaan-Nya.

b.      Menunjukkan Keburukan
Meskipun manusia berbuat jahat Suka Dan buruk, kadang mereka berusaha menutupinya Masih Dan regular tidak mau katahuan orangutan berbaring Dan sudah menjadi Tabiat manusia secara Umum bahwa manusia regular tidak Senang apabila kebeurukannya dilihat oranglain. Kedatipun menunjukkan Suami Boleh Dan Bagian tidak daripada peringatan (tandzir) Yang layak menjadikan sebuah menggunakan metoda berdakwah, tetapi Dalam, hali Suami, sebagai juru dakwah Dalam, Rangka Membongkar keburukan seoarang tokoh-tokoh Artikel Baru memanfaatkan Media INFORMASI Tetap PADA Koridor Agama yaitu harus berlandaskan moralitas value per share-value per share, LAIN ANTARA adalah regular tidak Boleh langsung tunjuk Hidung menyebutkan secara langsung dengn jelas Nama sang pelaku keburukan Dan kejahatan, bahkan andaikata dilakukan penyebutan kejahatan orangutan berbaring namanya menyebutkan Artikel Baru, justru Hal inisial sama Artikel Baru melakukan keburukan (maksiat).
c.       Pengungkapan Bahaya
Manakut-nakuti manusia agar regular tidak berbuat dosa terkadang   dapat dilakukan denagn mengungkapkan Bahaya dosa ITU, BAIK terhadap keimanan Sendiri maupun terhadap mental. KARENA kemaksiatan adalah Utusan kekafiran Dan penerimanya Satu kejahatan Yang menandakan matinya hatinya. Oleh karenanya manusia ketika melakukan Perbuatan dosa harus segera melakukan taubat kepada Allah, artinya segera book value Ke fitrahnya, yaitu book value kepada jalan Allah SWT.
d.      Penegasan Adanya Bencana Segera
Menakut-nakuti manusia agar regular tidak melakukan kriminal Dan kezaliman, terkadang dapat dilaksanakan Artikel Baru menegaskan adanya Bencana Dan kemelarataan Yang Akan segera menimpa TUBUH manusia ITU Sendiri, keluarganya, anaknya Dan kedudukannya. Mencari Google Artikel Baru demikian, manusia Akan menjauhkan kejahatan, KARENA Takut Akan Bahaya Yang segera menimpa.
e.       Penebutan Peristiwa Akhirat
Terkadang kitd dapat mendorong manusia agar mengerjakan bermacam-macam kebaikan Dan meningalkan kejahatan, denagn meyebutkan bergbagai Peristiwa akhirat seperti Azab Neraka Yang dasyat Dan kehinaan Tiada tara.

BAB III
PENUTUP
A.    Menipis
nasihat adalah memerintah atau melarang atau menganjurkan Yang dibarengi Artikel Baru Motivasi Dan acaman. Pengertian nasihat Dalam, kamus bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah memberi petunjuk kepada jalan Yang BENAR. Juga berarti mengatakan sesuatu Yang BENAR Artikel Baru Cara melunakkan hati.
Adapun tabsyir  Dalam, istilah dakwah adalah penyampaian dakwah Yang berisi kabar-kabar Yang menghembirakan * Bagi orangutan orangutan Yang mengikuti. Secara terminologi  tabsyir Dalam, Konteks dakwah adalah INFORMASI, berita Yang BAIK Dan Indah sehingga Bisa cara membuat orangutan bergembira untuk menguatkan keimanan sekaligus sebagai sebuah Harapan Dan Motivasi Dalam, beribadah Serta beramal shahih.
Adapun tandzir MENURUT istilah dakwah adalaha penyampaikan dakwaah dimana isinya berupa peringatan terhadap manusia tentang adanya Kehidupan akhirat Artikel Baru Segala konsekuiensinya.
B.     Saran
Hendaknya Dalam, berdakwah kitd memeperhatikan Unsur-Unsur Yang ADA di dalamnya. Yakni mauidzoh hasan Yang bentunya nasihat Dan tabsyir Dan tandzir. Hal ITU Penting * Bagi pendakwah Kapan megunakan menggunakan metoda nasihat, tabsyir Dan tandzir ketika berdakwah.


BAb PUSTAKA
Munzier, menggunakan metoda dakwah (jakarta: kencana Prenada Media grub, 2008)