Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

0

pengunaan bahasa indonesia di dunia akademik dan media masa

Posted in

FAKULTAS DAKWAH
DAN ILMU KOMUNIKASI
 UIN SUNAN AMPEL
 SURABAYA
Nama          : MOCH. NURCHOLIS MAJID
Nim             : B71213054
Smt/Kelas   : I/A2
Dosen          :Dr. Agus Moh Moefad Drs. SH. Msi
Tanggal       : 3, Januari 2013
Nilai
Ttd Mahasiswa

1.      Bagaimana pendapat anda mengenai:
A.     pengunaan  bahasa Indonesia dalam akadmik
           Menurut saya  penggunaan bahasa Indonesia diakdemik itu sangat kurang sekali, dilihat dari para dosennya saja sudah kelihatan soalnya kebanyakan dosen saat ini lebih banyak mengunakan bahasa Indonesia yang tidak baku dalam berbicara dengan sesama dosen yang lain hal ini mungkin meyebabkan menurunnya pengunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan akademik, untuk mengunakan bahasa Indonesia dikalangan akdemik itu hanya digunakan dalam acara formal saja. Tidak dingunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam diri mereka menganggap ketidakwajaran jika mengunakan bahasa Indonesia yang baku. Padahal penggunaan bahasa Indonesia yang baku itu sangat wajar bagi para dosen karena mereka sebagai panutan atau sari tauladan bagi mahasiswanya. Ada sebagian dosen yang tidak mengunakan bahasa Indonesia denga baik dan benar,  dalam hal mengajar kepada mahasiswanya, menurut beliau agar mahasiswanya mudah untuk menerima apa yang disampaikan dan mengerti dengan jelas, namun hal itu tidak baik karena bisa merusak atau menurunkan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan akademik. Saat ini kebanyakan slogan ini “ gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar” slogan tersebut banyak ditemukan di kalangan dunia akademik namun apa bukti yang kongrit makna dari slogan tersebut, menurut saya jika slogan tersebut ingin diterapkan lagi di dunia akademik yakni mulailah dari diri sendiri, kemudian baru menyuruh kepada orang lain hal ini menurut saya hal yang paling bagus untuk meningkatkan slogan tersebut.
           Selain sebagian dosen yang tidak berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, yakni mahasiswa yang jarang sekali mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, mengunakan bahasa Indonesia saja itu minim sekali bagi kalangan mahasiswa, bagaimana dengan mahasiswa sebagai selaku penerus bangsa dapat menggunakan bahasa nasionalnya dan menunjukan identitas sebagai Bangsa Indonesia. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya-budaya atau bahasa alay yang sering mereka dengar dimedia elektronik hal ini mengakibatkan mahasiswa tidak bisa membedakan bahasa Indonesia yang baku dan tidak baku, seharusnya mereka tahu karena mereka masih duduk di bangku belajar. dan kebanyakaan mahasiswa itu kesiltan dalam menulis sekripsi karena bahasa skripisi harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan benar, dan seharusnya mahasiswa mudah untuk menulis skripsi karena dia sudah menghasilakan banyak makalah yang mereka buat untuk menyelesaikan sks dalam mata pelajaran, kenapa mahasiswa itu masih kebingungan soalnya mereka waktu mengerjakan tugas-tugas makalahnya itu copi paste dari internet untuk memudahkan tugasnya dan biar dia bisa cepat selesai dan tidak mau diributkan dengan tugas kuliah. Bagaimana bisa maju suatu negara apabila tidak mahasiswanya masih mepunyai pola fikir seperti itu ? Ada beberapa hal yang saya amati mengapa Bahasa Indonesia baku menjadi sebuah tantangan bagi pelajarnya sendiri.
Pertama, kurangnya peran dari pendidik. Arti pendidik disini tidak hanya di sekolah saja tetapi juga dari keluarga dan masyarakat. Di lingkungan keluarga, orang tua cenderung tidak mempermasalahkan Bahasa Indonesia yang digunakan anak-anaknya sejak kecil. Sehingga sampai menjadi mahasiswa mereka masih sulit untuk berbahasa Indonesia, dan kebanyakan mahasiswa menganggap remeh bahasa Indonesia namun kenyataanya itu sulit untuk di praktekan dalam kehidupan sehari-hari, dari pada mata kuliah yang lain.
Kedua, kurangnya kesadaran dari mahasiswanya sendiri. Identik dengan remaja dewasa, mahasiswa masih mempunyai ego sehingga mereka merasa canggung berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pergaulannya. Bahkan mahasiswa lebih memilih untuk menguasai Bahasa Inggris yang dianggap lebih hebat daripada Bahasa Indonesia dan beralasan untuk mengikuti perkembangan zaman. Alasan tersebut memang tidak bisa dipungkiri tetapi alangkah baiknya jika menguasai Bahasa Indonesia yang baik dan benar dulu. Baru mempelajari bahasa lain, seharusnya mereka mengerti dengan jelas tentang bahasa naisionalnya yakni bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan bahasa Indonesia saja jika kita mengetahuinya kita akan sulit untuk berbicara dengan mengunakan bahasa Indonesia yang disempurnakan EYD dalam acara-acara formal.
 Ketiga, anggapan mahasiswa mengenai Bahasa Indonesia baku sebagai bahasa panti jompo. Ini disebabkan karena peran dari media baik cetak maupun elektronik sering berkomunikasi dengan menggunakan bahasa informal yang dibawakan oleh ikon-ikon artisnya sehingga orang yang mengidolakan artis tersebut suka menirukan apa yang idola mereka lakukan. Contohnya Laura Syndrome yang gejalanya menirukan gaya ala Cinta Laura. Jadi jika suatu acara menggunakan bahasa formal, maka acara tersebut membosankan untuk disimak.
Jadi untuk memaksimalkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan mahasiswa sangat sulit dilaksanakan. Apabila pendidikan mau memaksimalkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari dikalangan mahasiswa sekarang, mungkin sudah terlambat. Seharusnya program seperti ini dilaksanakan sejak usia dini agar dapat terbiasa berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan minimal untuk mahasiswa harus bisa membedakan bahasa Indonesia dengan bahasa alay. Hal itu untuk mepermudah mahasiswa dalam menegerjakan tugas seperti makalah, sekripsi, dan lain-lain.
B.     Penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa
           Menurut saya penggunaan bahasa indonesia di kalngan media massa sangat memprihatinkan sekali karena fungsi media massa saat ini kurang sekali seharusnya media massa itu untuk menyampaikan informasi mengunakan bahasa Indonesia dengan baku dan benar, namun sekarng faktanya semua media massa sudah beralih fungsi sebelumya bahasanya mengunakan tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar namun saat ini bahasa yang digunakan untuk semua media massa itu mengunakan bahasa alay, lebay, dan seterusnya hal itu semakin biasa bagi kalangan media massa, seharusnya dari pihak pusat penyiaran indonesia harus bertindak tegas mengenai penggunaan bahasa alay di kalangan media massa agar bahasa Indonesia atau bahasa nasialisme bangsa Indonesia tidak pudar atau tergerusnya zaman ini. Sehingga semua masyarakat dulunya sering mengunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, namun setelah beredarnya bahasa alay dimedia massa itu menjadikan masyarakat berpaling atau lebih sering mengunakan bahasa alay dari pada bahasa Indonesia, baik dikalangan masyarakat bawah, menegah hingga strata yang paling tinggi dikalngan masyarakat itu mengunkan bahasa alay yang diadobsi dari media massa media massa yang paling mepengaruhi bahasa alay saat ini adalah:
a.       Televisi
           Dalam dunia perfilman atau sinetron itu kebayakan mengunakan bahasa alay betujuan untuk semua kalangan masyarakat mengerti isi sinetron tersebut namun dampak yang paling berat yakni hilangnya bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga masyarakat sulit untuk membedakan mana bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan bahasa alay yang saat ini beredar dikalangan masyarakat umum melalui media massa. Bukan hanya sinetron dan dunia perfilman yang mengunakan bahasa alay mulai dari acara anak-anak sampai berita dan lain sebagianya. Itu lebih menonjolkan bahasa alay dari pada bahasa Indonesia yang baik dan benar, contojn ya dalam film anak sepeti film  upin ipin  dalm film tersebut sama sekali tidak menggunakan bahasa Indonesia melainkan bahasa melayu (bahasa orang malasia) walupun sudah ada translate kebahasa Indonesia namun daya tanggap anak di usia dini ini sangat pekat, dan bisa-bisa anak kecil saat ini kemungkinan besar tidak mengerti tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga bahasa nasianal dari Negara kita akan hancur digerus bahasa alay dan bahasa asing. Dalam acara anak remaja kebanyakan anak remaja suka sama boyband and girlband  yang saat ini tenar didunia permusikan dan bahasa yang di bawakan oleh boyband and girlband  saat ini adalah bahasa alay dan lebay. Sehingga mahasiswa saat ini tidak bisa membedakan bahasa Indonesia baku dengan bahasa alay seperti saat ini. Dan untuk tanyangan dewasa seperti sepak bola itu juga mengunakan bahasa alay sepeti jebret  yang saat ini tenar dikalang pecinta sepak bola di Indonesia. Dan kalangan ibu pecinta sinetron seperti dalam tukang bubur naik haji dalam film tersebut banyak sekali bahasa alaay yang di bicarakan oleh para pemain tersebut sehingga para ibu-ibu sering mengunakan bahasa alay dalam  kehidupan sehari. Sebaiknya dewan komite peyiaran Indonesia mepertegas lagi fungsi dari media massa agar bahasa Indonesia tidak terkena imbasnya dari bahasa alay ayang ada di dunia media massa.

b.      Internet
           Dalam media massa lewat teknologi yang sangat cangih ini semua orang bisa mengunakan fasilitas internet dengan mudah tinggal buka leptop dan pakai modem sudah bisa mngakses internet namun sesuai dengan berkembang zaman di dunia elektronik itu kebayakan disalah gunakan bagi para pengunaanya. Dengan fasilitas internet yang mudah kita bisa mencari pengetahuan apa saja disitu namun disalh gunakan untuk mengakses dunia maya sepeti facebook,twiter, friendter dan media maya yang lainnya dan dalm mengakses dunia maya bahasa alay tetap mendominasi atau meyeluruh dari pada bahasa Indonesia sering masyarakat menulis statusnya dimedia mayannya dengan bahasa alay, seperti “q galau…” hal ini sangat berpengaruh di dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seharusnya status yang di tuliskan itu untuk meberiak informasi atau wawasan kepada teman yang ada di dunia maya.
c.       Majalah, tabloid
           Bukan saja melaui dunia eloktronik hal yang sangat banyak mengunakan bahasa alay dari pada bahasa Indonesia yang baik dan benar yakni media tulis yaitu majalah, tabloid, surat kabar dan lain sebagainya, dulunya bahasa tulis tersebut banyak mengunakan kaidah-kaidah tatanan karya tulis ilmiah dengan mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun dengan berkembang bahasa luar dan bahasa alay berdampak pada dunia pertulisan karena banyak majalah atau tabloid yang mengunakan bahasa alay yang banyak diminati oleh pelanggan dari pada majalaah yang mengunakan bahasa yang baik dan benar. Hal itu tersebut menjadikan para produsen berahlih dari majalah yang sesui dengan kaidah bahasa Indonesia berganti mengunakan bahasa alay dalam majalh atau tabloid percetakannya.
Jadi kesimpulannya bahasa alay sudah menyeluruh sampai kekalangan strata paling bawah dan mengunakan bahasa alay dalm kehidupan sehari-hari. Dan menjadikan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang sesuai dengan EYD, itu mulai tersingkirkan di kalngan masyarakat dan biasanya masyarakat mengunkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar itu hanya pada saat acara formal sajan dan pembuatan proposal untuk mengajukan dana ke penjabat.

Jumat, 03 Januari 2014

0

hukum islam

Posted in

logo_iain_sunan_ampel.jpgNama                           : Moch. Nurcholis Majid
Nim                              : B71213054
Jurusan             : komunikasi penyiaran islam / KPIA2
Pelajaran                      : study hukum islam
Dosen pengampuh        : 



wanita dalam pandangan agama

Dalam judul yang saya ambil ini saya sedikit menguraikan tentang wanita dalam segi berhias. Sebelum kita membahas tentang halal haramnya bersolek bagi wanita kita harus mnegetahui dasarnya.
 sesunguhnya allah itu indah lagi menyukai keindaahan “ (H.R Muslim)[1]
Hadist diatas tentu sering kita dengar dan merupakan bentuk “persetujuan” dari allah perilaku manusia yang memiliki kecenderungan terhadap rasa keindahan. Dengan demikian adalah wajar apabila laki-laki dan wanita menjadi sangat peduli dengan penampilan dirinya yang diwujudkan dengan pemakaian perhiasaan yang menarik mata.
Perhiasan itu sendiri memiliki dua makna. Pertama, perhiasaan lahir yang dekenakan oleh tubuh manusia dan dapt dilihat keberadaannya seperti wajah, telapak tangan dan pakaian yang dikenakan wanita. Kedua, perhiasan batin yang tidak dapat dilihat oleh orang lain kecuali orang yang berhak melihatbya (muhrim).
v   Dasarnya muslimah wajib menjaga penampilan
Kecenderungan untuk menyukai keindahan yang ada dalam diri manusia telah mendapatkan perhatian yang seksama dalam agama ini apalagi terhadap wanita bahkan hadist yang mengisyaratkan perlunya menjaga penampilan diri dengan memakai perhiasan lahir dan rasulullah mengingkari wanita yang menjahui perbuatan bersolek dengan perhiasan yang dapat dikenakan oleh wanita.
Abu musa al-asya’ari berkata,”istri usman bin mazh’un menemui istri-istri nabi SAW. Maka mereka melihatnya dalamkeadaan kumal. Kemuidan nabi Muhammad masuk , lalu mereka menyebutkan hal itu kepada beliau. Kemudian beliau menemui usman bin mazh’un seraya bersabda, “wahai usman, apakah engkau tidak mempuyai suri tauladan padaku…?. Maka setelah itu datanglah wanita tersebut kepada mereka dengan wangi-wangian seakan-akan ia seorang pengantin. Maka mereka berkata kepadanya.”wah!”ia berkata .”telah menimpa kami apa yang menimpa manusia (H.R Tabrani)[2]

v  BERSOLEK YANG TERLARANG
Bersolek dengan parfum yang semerbak baunya
Parfum (wewangian tubuh) memang didaulatkan untuk menjadi penyempurna  penapilan seseorang wajah oke, potongan rambut mutakmir, pakaian model terbaru, dan kendaraan yang bisa dibanggakan seakan-akan memiliki kekurangan apabila tubuh belum wangi. Sehingga keberadaan menjadi penentu dari seseorang.
Hal sederhana apa yang sering diributkan oleh manusia ? adalah bau badan. Ini adalah perkara sepele, karena keringat yang keluar dari tubuh itu disebabkan oleh proses metabolism oleh tubuh kita sendiri. Namun saat ini parfum bukan lah sekedar cara untuk menghilangkan bau badan , namun sebagian orang menjadikan parfum sebagai simbol satus sosial. Dengan cara sederhana jika seorang mengunakan parfun dari luar negeri maka yang tercipta gambaran bahwa ia adalah orang yang “punya kelas“. Bila parfum yang digunakan adalah parfum murahan maka secara tidak langsung ada gambaran bahwa pemilik parfum tersebut adalah orang yang biasa-biasa saja.
Demikian pula dengan jenis parfum yang digunakan masing-masing jenis kelamin dan tingkatanm usia memiliki jenis parfum tersendiri. Parfum anak-anak berbeda dengan parfum remaja. Parfum wanita berbeda dengan parfum laki-laki.
Ada pun perbedaan antar parfum wanita dengan laki-laki. Secara umum tubuh wanita mengandung fitnah karena keindahan penciptan-Nya. Tubuh wanita berhasal terasa lembut indah seimbang antara lekuk tubuh satu dengan yang lainnya. Sedangkan laki-laki memiliki postur tubuhnya yang cenderung kasar dan tidak menyadari perbedaan perlakuan terhadap pengunaan parfum. Parfum yang dikenakan harus disesuaikan dengan adanya karateristik dasar aurat laki-laki dan wanita.
Abu hurairah berkata”rasulullah  bersabda,”wewangian laki-laki adalah apa yang tampak (jelas) baunya  dan tersembunyilah warnanya dan wewangian wanita adalah apa yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya. (H.R Tirmidzi)
Seperti itulah islam telah menetapkan aturan mengunakan parfum yang  layak dikenakan oleh laki-laki dan wanita . aturan ini bersifat meningkatkan dan tidak ada celah untuk melanggarnya kecuali untuk seorang istri yang ingin meyenangkan hati suaminya dengan parfum yang wangi namun tetap tidak ada orang lain yang mengetahuinya kecualinya suaminya.
Model pengunaan parfum wanita dan laki-laki. Apa bila pengunaan bau parfum laki-laki dan wanita dibedakan, masalahnya penempatan parfum juga dibedakan.
Dalam kitaqb fathul bari disebutkan “…….. wewangian laki-laki tidak ditempatkan pada wajah. Berbeda dengan wewangian wanita karena mereka mengenakan wewangian (parfum) pada wajahnya dan berhias dengannya..”
Sedangkan dalam al-mu’jamul wasith “humrah adalah campuran wewangianyang digunakan wanita untuk mengolesi wajahnya biar baagus”.
Dari penjelasan diatas, dapat kita pahami bahwa wewangian wanita diwajahnya. Dalam make up modern wewangian seperti ini kita kenal dengan sebutan perona pipi (blash on) sebab letaknya berada di wajah dan membuat wajah wanita menjadi bagus dan cantik
Bersolek dengan gaya maskulin dan gaya feminim.
Kebebasan berekspresi itu tidak saja berlaku dalam kebiasaan mengeluarkan pendapat namun juga seringkali dijadikan dasar bagi sebagian orang untuk memilih pilihan gaya berpakaian yang disuka. Terbawa arus  mode pakaian. Walaupun awalnya hanya coba-coba akhirnya suka dan menjadi kebiasaan. Itulah serangkain cerita dari kaum wanita. Dengan gencarnya majalah kecantikan dan memamerkan gaya maskulin adalah sesuai dengan perkembangan dunia kecantikan saat ini dan merupakan bagian dari kebebasan wanita dalam mengekspresikan dirinya. Dalm surat albagoroh ayat 195:
janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
(Al-Baqoroh 195)
wahai orang-orang yang beriman janganlah dirimu dan keluargamu dari (konsep/gaya hidup yang menyebabkan kamu terperosok ke dalam ) api neraka” (Al-Hujurat :6)
Mode berpakaianlah menjadi salah satu senjata ampuh oleh orang kafir karena bias menjerumuskan wanita ke dalam keniscayaaan. Dengan cara halus wanita bisa  tertarik oleh mode pakaiannya. Walaupu dengan alasan tertentu , dalam agama islam tetap dilarang. Dunia ini dibuat dengan hanya dua jenis laki-laki dan wanita dengan tujuan untuk mensinambungkan dunia agar tetap berjalan sesuai dengan apa yang dimaksut allah menciptakan bumi dan isinya.
Telah ada aturan menegenai aturan bersolek bagi laki-laki dan wanita. Batasan itu tidak boleh dilanggar. Apa biloa dilanggar akan member efek yang tidsk baik bagi pemakainya. Dan allah tidak menyukai perbuatan yang meniru lawan jenis.
Rasulullah saw bersabda,” Allah melaknat wanita yang memakai pakaian pria, dan pria yang memakai pakaian wanita.” [3]


[1] Muslim,kitab al imam,bab tahrimul kibr wa bayanuhu,jus 1 hal 65
[2][2] Majmu’uz Zawaid,Kitab An-Nikah,bab haqqul mar’ah alaz-zauj, juz 4 hal 301.
[3] Lihat di. Al-Kaba’ir. Hal 145

Kamis, 07 November 2013

0

kritik tulisan di majalah lpm

Posted in

logo_iain_sunan_ampel.jpgNama                           : MOCH NURCHOLIS MAJID
NIM                            : B71213054  
Jurusan                        : KPI A2
Pelajaran                      : TPKI
Dosen Pengampuh      : Dr. AGUS MOH MOEFAD Drs.SH.Msi.







 
ALIENSI MAHASISWA[1]
  Diakui atau tidak bahwa mahasiswa pada saat ini terjadi banyaknya kemunduran. Dimana mainstream mahasiswa yang berkembang adalah mahasiswa sebagai agen pengontrol dan agen perubahan sudah mulai dipertanyakan. Aktivitas mahasiswa dalam perguruan tinggi atau kampus merupakan sebuah barometer untuk menilai kebenaran dan aktualisasi kebenaran dari mainstream seorang mahasiswa.
Penjelasan
ü  Kalimat pertama dan kalimat kedua tidak efektif karena kalimat kedua tidak menjelaskan apa yang ada dikalimat pertama sebaiknya.
  Diakui atau tidak bahwa mahasiswa pada saat ini terjadi banyaknya kemunduran. Dan kemunduran itu dikarenakan mainstream mahasiswa yang berkembang saat ini adalah mahasiswa sebagai agen pengontrol dan agen perubahan sudah mulai dipertanyakan.”
ü  Kata “perguruan tinggi atau kampus” itu mengalami pemborosan kata karena kata perguruan tinggi itu maknanya sama dengan kata kampus . sebaiknya kata yang dipakai dalam teks tersebut salah satu kata saja.
ü  Kata mainstream dan aktualisasi dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Kata yang lebih sesuai adalah tendensi dan terpercaya (aliran). Meskipun artinya sama, kata mainstream dan aktualisasi bukan merupakan kosakata baku dalam kamus bahasa indonesia.
Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk dapat lulus dengan predikat nilai cumloude saja. Namun mempuyai tanggung jawab besar yang berupa tangung jawab sosial pada bangsa. Mendapatkan nilai terbaik merupakan sebuah keharusan yang dimiliki oleh setipa mahasiswa. Dibalik itu seorang mahasiswa mempuyai beban moral jikalau tidak mampu menjadi garda depan untuk mengontrol dan melakukan gerakan perubahan bagi bangsa ini.
Penjelasa.
ü  Kata cumloude dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Kata yang lebih sesuai adalah hasil yang terbaik . Meskipun artinya sama, kata cumloude bukan merupakan kosakata baku dalam kamus bahasa indonesia.
ü  Kata “jikalau” itu bukan kata penghubung sebaiknya diganti dengan kata “dan jika” itu lebih baik karena kata dan jika itu termasuk kata penghubung.

Seperti yang dikatakan salah satu tokoh teori kritis hebert marcuse yang mengatakan bahwa perubahan yang besar itu ada pada kaum akademisi. Kaum akademisi merupakan tonggak awal melupakan perubahan dengan berbagai pemikiran-pemikiranya yang kritis dalam menyonsong kemajuan bangsa.

ü  Kata “tonggak” itu kata yang tidak tepat dalam kalimat tersebut. Sebaiknya diganti dengan kata “titik” itu lebih iandah kata tersebut.
ü  Kata “pemikiran-pemikiranya” itu mengalami pemborosan kata . sebaiknya mengunakan kata “pemikiran”. Kata pemikiran itu maknanya sama dengan pemikiran-pemikiranya

Kita tahu bahwa gerakan perubahan pada tahun 1998 tidak telepas dari tanggan mahasiswa. Dimana dengan keberanian, kekritisan dan ketekunan dalam menganalisa relitas sosial pada saat itu menjadikan perubahan revolusi yang besar bagi bangsa indonesia. Ini artinya bahwa perubahan yang besar bagi bangsa indonesia indonesia ini di awali oleh gerakan mahasiswa sebagai salah satu kaum akademis.
pembenahan
ü  Kata perubahan revolusi  itu memiliki makna yang sama maka seharusnya kata yangdi pakai dalm kalimat tersebut salah satunya saja.

Namun dalam konteks saat ini kita tidak seharusnya berlarut dalam membanggakan apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa disaat itu dan selalu bernostalgia akan peristiwa besar tersebut. Melainkan lebih memikirkan mengenai apa yang bisa kita perbuat untuk negeri ini sekarang dan yang akan datang. Ini merupakan hal penting bagi mahasiswa untuk tetap eksistensi diri sebagai seorang mahasiswa.
pembenahan
ü  Imbuan ber- dalam kata berlarut  itu tidak tepat lebih tepatnya mengunakan imbuan ter-  menjadi kata terlarut.
ü  Kata nostalgia dan eksitensi  dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Kata yang lebih sesuai adalah merindukan masa lalu dan keberadaan. Meskipun artinya sama, kata nostalgia dan eksistensi bukan merupakan kosakata baku dalam kamus bahasa indonesia.

Jika dilihat kondisi relitas pada saat terlihat kondisi yang berbeda dimana tekanan politik yang dimainkan oleh para pengusaha tidak se-otoriter pemerintahan yang dulu. Namun bukan berarti kalangan akademis khususnya mahasiswa lebih mengambil sikap berdiam pada perubahan. Dan setiap membutuhkan  suatu persiapan yang matang juga. Ketika persiapan lemah maka gerakan untuk menciptakan perubahan hanyalah menghasilkan lelah dan hasil yang utopis.
Pembenahan
ü  Kata matang dan utopis dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Kata yang lebih sesuai adalah kuat dan keinginan yang tak mungkin tercapai . Meskipun artinya sama, kata matang dan utopis bukan merupakan kosakata baku dalam kamus bahasa indonesia.

Melihat kondisi mahasiswa saat ini sudah terkesan apatis terhadap gerakan-gerakan dan lebih memilih apatis untuk mencari keselamatan. Hal ini menjadikan kondisi mahasiswa pada saat ini tidak pada proporsi mainstream sebagai pengontrol dan perubahan bangsa. Sehingga peran mahasiswa sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya sebagai garda depan dalam gerakan perubahan. Kondisi demikian inilah yang dikatakan sebagai kondisi keterasingan diri esensi seseorang mahasiswa.
Pembenahan
ü  Kata apatis, propordi, dan asensi dalam kalimat tersebut digunakan secara salah. Kata yang lebih sesuai adalah memiliki sikap yang angkuh, pembandingan, dan intisari (pokok) Meskipun artinya sama, kata  apatis, propordi, dan asensi bukan merupakan kosakata baku dalam kamus bahasa indonesia.




[1] Diambil dari majalah lpm ARA AITA edisi 60 mei-ktober 2013 hal 26